Kesenian Daerah Musik Panting
- Nov 21, 2025
- KIM PANGGUNG DIGITAL
Desa Panggung,21/11/2025
Melodi dari Haruyan: Alpi Wayang, Penjaga Budaya Musik Panting
HARUYAN, Kab. Hulu Sungai Tengah – Di tengah gempuran musik modern, semangat pelestarian budaya daerah tetap berkobar di Desa Panggung, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Semangat ini salah satunya diwujudkan oleh seorang pemuda gigih bernama Alpi Wayang. Sejak 2016, ia bukan hanya memainkan, tetapi juga mendedikasikan diri sebagai pengrajin alat kesenian musik Panting, sebuah instrumen petik khas Kalimantan Selatan yang kian langka.
Dari Tangan Dingin Lahirkan Panting Berwarna
Deretan alat musik Panting berwarna merah dan hitam dengan ukiran bunga khas terpajang rapi di kediamannya di RT 002, Desa Panggung. Alat-alat inilah hasil karya Alpi yang dibuat secara otodidak.
"Saya mulai membuat alat kesenian ini (Panting) sejak tahun 2015. Tujuannya satu, untuk melestarikan kesenian daerah musik Panting yang merupakan warisan leluhur kita," ujar Alpi saat ditemui.juga melayani pesanan alat musik panting melalui daring dan medsos (wa.0859 3286 7080)
Bagi Alpi, melestarikan bukan hanya soal membuat alat, tetapi juga menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi.
Misi Budaya Lewat Sanggar Para Tutus Anak Pandawa
Dedikasi Alpi tidak berhenti pada meja kerjanya. Ia aktif menjadi motor penggerak bagi pemuda-pemudi desa melalui Sanggar Kesenian Para Tutus Anak Pandawa yang didirikannya di Desa Panggung.
Sanggar ini menjadi wadah untuk regenerasi seniman Panting. Alpi secara rutin melatih anak-anak muda desa untuk mahir memainkan alat musik tradisional ini, memastikan bahwa alunan khas Panting tidak akan meredup.
"Melalui sanggar, kami berupaya keras untuk menumbuhkan kembali minat anak-anak muda desa agar mereka mencintai dan melestarikan budaya daerah sendiri. Ini cara kami menjamin Panting akan terus berbunyi di masa depan," tegasnya.
Upaya yang dilakukan Alpi Wayang merupakan contoh nyata bagaimana peran individu sangat krusial dalam menjaga warisan budaya. Dari Desa Panggung, ia mengirimkan pesan tentang pentingnya identitas lokal melalui setiap petikan senar Panting yang ia ciptakan.